Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Masjid Nabawi


Ada Weekly Photo Challenge di WP membuat saya mengingat 2 foto Masjid Nabawi di 2 waktu yang berbeda, pagi dan senjanya. Saat dimana payungnyapun dalam keadaan berbeda. Membuka dan menutup, indah sekali.

Masjid Nabawi, Senja Ramadhan 1432 H

Diambil dari luar pagar, tapi masih tampak payungnya yang menutup...

Masjid Nabawi, Waktu Dhuha Dzulhijjah 1431 H

Foto koleksi my Dinda, tampak megah payungnya membuka...
Memandang foto-foto ini, meski tak terlihat kubah hijaunya, selalu membuatku rindu ingin kembali berziarah lagi dan lagi.  
Dari Ibn 'Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang melaksanakan ibadah haji, lalu berziarah ke makamku setelah aku meninggal dunia, maka ia seperti orang yang berziarah kepadaku ketika aku masih hidup.” (HR Darul Quthni)
Semoga kami sekeluarga bisa Umroh Sekeluarga tahun ini.

Aamiin YRA...
*Ini sebenarnya mengikuti tema kontes foto yang diikuti istiku, 
semoga menang lagi ya...

Minggu, 04 Desember 2011

Puasa Sunnah di Muharram

Muharram 1433 H telah datang lagi, semoga tahun ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Sehubungan dengan Muharram ada puasa sunnah yang dilakukan 9-10 Muharram.


Puasa sunnah yang utama di bulan Muharram adalah Puasa 'Asyura yang dijalankan pada tanggal 10 muharram, karena Rasululloh SAW ditanya mengenai puasa Asyura, Beliau menjawab, "ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu" (HR Muslim No 1162).

Puasa ini jauh lebih baik lagi bila bersama dengan puasa  tanggal 9 muharram yang dikenal dengan puasa Tasu'a. Rasulullah SAW berazam untuk menjalankannya, meskipun Beliau tidak sempat menunaikannya karena wafat sebelum bulan muharram tiba. Dan pada sahabat menjalankan puasa tasu'a seperti keinginan Rasulullah SAW: "Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu'a (kesembilan) (HR As-Suyuthi dari Ibnu Abbas, dishahihkan Al Bani dalam Shahihul Jami')

Selamat berpuasa...

Jumat, 18 November 2011

Sahabat

Sahabat-sahabat Jiwa...

...dan Sahabat ada di Jiwa

Penghuni Kampoenk Sejahtera: Sahabat Jiwa


Happy Friendship Day...

Rabu, 12 Oktober 2011

Adil ala Hukum Rimba

Terkait berita Reshuffle Kabinet yang jadi sorotan beberapa hari ini, entah mengapa aku jadi teringat sebuah kisah fabel tentang kisah sebuah keadilan di Hutan. 

Dan inilah kisahnya:

Pada suatu masa di Rimba Raya, 3 ekor binatang pergi berburu bersama: Singa, Srigala dan Musang. Dari perburuannya, mereka mendapatkan 3 ekor binatang pula, yaitu Kijang, Ayam dan Kelinci.
Kemudian berkatalah sang Singa kepada Srigala:

“Wahai Srigala bagilah hasil buruan kita dengan adil”

Maka serigala pun membagi nya dan berkata:

“Kijang untuk tuan Singa, Kelinci untukku dan Ayam untuk Musang”

Mendengar hal tersebut, seketika marah besarlah Singa sampai di makannya Srigala, karena pembagiaannya dianggap tidak adil. Musang pun kaget dan ketakutan karenanya. Kemudian Singa berkata pada Musang, agar membagi buruan bersamanya dengan adil.

Musang yg masih kaget, terdiam berpikir sejenak, kemudian dengan suara yg agak gugup ia berkata: 

"Wahai tuan Singa, berikut pembagiannya: Kijang adalah untuk makan pagi tuan Singa, kelinci untuk makan siang, sedangkan ayam untuk makan malamnya.

Singa pun tersenyum senang dan bertanya pada musang:

"Wahai Musang, darimana engkau dapat ilmu sehingga bisa membagi buruan kita dengan adil ?"

Dan Musang berkata:

“ Ilmu itu saya dapat setelah melihat kematian Srigala tadi"
Demikian cerita binatang (fable) dari Aesop, ahli filsafat Yunani kuno,  tentang hukum Rimba yang bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Hikmah dari cerita ini, ialah betapa makna keadilan ditafsirkan berbeda, sesuai dengan kepentingan pihak yg berkuasa. Sebuah realita yang sebenarnya banyak terjadi pula pada kehidupan manusia, sungguh menyedihkan, bahwa manusia makhluk ciptaan Allah yg mulia, lebih tinggi dari binatang, namun ternyata kelakuan nya tak jauh berbeda dari binatang. 

Mungkin memang sepintas tak ada hubungan tapi aku melihatnya dari kacamata batin ini ada kesamaannya. Bangkitlah Negeriku, harapan itu masih ada !!!

Jumat, 09 September 2011

Belajar Adil dari Nabi Sulaiman, AS

Nabi Sulaiman, AS merupakan anak Nabi Daud, AS. Sejak kecil lagi baginda telah menunjukkan kecerdasan dan ketajaman fikirannya. 

Pernah memutuskan perkara 2 orang yang berselisih, yaitu antara pemilik kebun dan pemilik kambing. Kala itu beliau masih belia, beliau dimintai pendapatnya oleh Ayahanda, Nabi Daud, AS. Beliaupun mencoba mengetengahkan ide kepada Ayahnya, Nabi Daud untuk menyelesaikan perselisihan antara dua pihak, pemilik hewan ternakan dan pemilik kebun. Pendapatnya bernas, sangatlah cerdas dan adil. Mulanya Nabi Daud memutuskan pemilik hewan supaya menyerahkan ternakannya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi disebabkan ternakannya memasuki dan merusakkan kebun itu. Sulaiman yang mendengar keputusan Ayahnya mencelah: “Wahai Ayahkuku, menurut pandanganku, keputusan itu sepatutnya berbunyi; kepada pemilik tanaman yang telah musnah tanaman diserahkanlah hewan ternaknya tersebut untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya. Manakala tanamannya yang rusak itu diserahkan kepada pemilik ternakan untuk dijaga sehingga kembali kepada keadaan asal. Kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau menderita kerugian lebih daripada sepatutnya.” Pendapat yang dikemukakan Nabi Sulaiman, AS dipersetujui kedua-dua pihak.

Pada kesempatan yang lain, Nabi Sulaiman juga pernah menyelesaikan perkara antara kedua orang wanita yang memperebutkan seorang bayi. Nabi Sulaiman menggunakan hati nuraninya, ketika menentukan nasib seorang bayi yang di perbutkan oleh ibunya, Nabi Sulaiman mengancam akan memotong bayi yang diperubatkan itu menjadi 2 dan masing-masing ibu yang memperebutkanya mendapatkan 1 potong bagian tubuh sibayi. Kemudian salah seorang wanita yang memperebutkan bayi tersebut mengiklaskan bayinya agar dapat di miliki oleh wanita yang satu lagi. Dan kemudian Nabi Sulaiman memberikan bayi tersebut kepada wanita yang memasrahkan bayinya, karena hanya seorang ibu yang dapat berkorban untuk keselamatan anaknya.

Mari kita belajar adil dan semoga kita diberi kekuatan untuk berlaku adil seperti yang dicontohkan Nabi Sulaiman, AS. Sudah kah kita adil hari ini? Pada anak-anak kita misalnya. Tapi ingat adil bukan berarti sama.

Yunda dan Akang.
Ingatkan Abi untuk selalu adil padamu Nak...
Adil itu Indah, mulailah dari hal yang mudah.
Mari awali dari rumah kita.

Jumat, 05 Agustus 2011

Ramadhan dan Kesempatan Umrah

Umrah dibulan Ramadhan pahalanya lebih besar daripada di bulan-bulan lainnya. Seperti yang disebutkan dalam banyak hadits, diantaranya dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sehabis pulang dari haji Wada’ berkata kepada seorang wanita dari Anshar bernama Ummu Sinan :

“Apa yang menghalangimu untuk berhaji (denganku).”
Ia menjawab: “Abu Fulan (suaminya) memiliki dua onta.
Salah satu dipakainya untuk berhaji dan yang lain untuk mengairi persawahan.” 


Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya:
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan dapat mengganti haji bersamaku.”
(HR Bukhari no 1863; Muslim no 3028)

Dalam konteks yang lain,
"Umrah di bulan Romadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR: Bukhari dan Muslim)

Betapa besar keberuntungan orang yang umrah di bulan Ramadhan. Ia bagaikan berhaji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , seperti orang yang menyertai Beliau dalam ihram, sa'i dan thawaf dan seluruh manasik haji Beliau. Subhanallah... setiap muslim pasti akan tergiur, dan akupun demikian.

Alhamdulillah... Allah Sang Maha Bijaksana, memberiku kesempatan Umrah pada Ramadhan tahun ini, walau tak bersama istriku tapi semoga Ramadhan tahun-tahun berikutnya kami berdua bisa Umrah (lagi dan lagi, berserta anak-anak juga tentunya) bahkan menunaikan haji bersama. Aamiin YRA...

Meski sedih, kami tetap tersenyum,
saling menguatkan dan mendo'akan ;)
Bersama sebagian rombongan yang mengantar ke Bandara.
Umrah kali ini aku berangkat bersama kedua orangtuaku, kedua mertuaku dan seorang saudara perempuan lewat AR RAUDHAH travel. Semoga lancar, kami semua diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan Ibadah Umrah, dimudahkan dalam memenuhi syarat, rukun dan sunnahnya, dan lebih dari itu semoga semuanya penuh barokah. Aamiin YRA.

Kamis, 07 Juli 2011

9 tahun dalam Ketaatan

sudah berlalu 9 tahun sejak ikrar suci itu
...dan kita masih bersama mengukir ketaatan
banyak cerita, berjuta selaksa
...bagiku semua bermakna
sejak anak-anak kita lahir
amanah semakin bertambah atas anugerah yang teramat berharga
dan adamu membuatku bisa
karena kita saling menguatkan,
saling berbagi dengan cinta dalam meraih asa
bukan semata untuk hidup difana dunia
...tapi untuk bersatu di Syurga nan Abadi

Keluarga Bahagia karunia-Nya.
(Catatan Hati untuk seorang Istri yang dipilihkan-Nya untukku 9 tahun yang lalu)

Jumat, 01 Juli 2011

Khitanan Hamas

Akang Hamas menjelang dikhitan, berdo'a dulu...

Dalam Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. 
Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku"  (H.R. Bukhari Muslim).

Faedah Khitan:
Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan
kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya AIDS, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita
oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan non muslim di Eropa dan AS melakukan khitan.

Hukum Khitan
Dalam fiqih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.
Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah imam Syafi'i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik. Imam Hanafi mengatakan khitan wajib tetapi tidak fardlu.
Adapun hukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan wajib, sebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja. Imam Syafi'i dan para pengikutnya berpendapat bahwa hukum khitan bagi wanita adalah wajib. Bahkan menurut imam Nawawi pendapat ini shahih, masyhur. Sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik serta sebagian pengikut Imam Syafi'i menyebutkan bahwa khitran bagi wanita itu hukumnya sunnah. 

Waktu khitan
Waktu wajib khitan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab suci yang yang merupakan syarat sah sholat tidak bisa terpenuhi.
Adapun waktu sunnah adalah sebelum balig. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan yang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh seytelah lahir, atau 40 hari setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun. Qadli Husain mengatakan sebaiknya melakuan khitan pada umur 10 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan sholat.
Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khitan pada umut 7 hari hukumnya makruh karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah s.a.w. menghitan Hasan dan Husain, cucu beliau pada umur 7 hari, begitu juga konon nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.

***

Hamas saat dikhitan oleh dr. Agus Marsyal.

Dan dalam rangka menjalankan sunah Nabi serta untuk memperoleh faedah khitan maka pada hari Kamis, 30 Juni 2011 Hamas, anak laki-laki pertamaku dikhitan. 
Semoga makin sholeh ya Nak...
Do'a Abi selalu untukmu...